Lengan Robot
1. Model lengan robot ( robotic arm)
Penulis membuat lengan robot menggunakan sistem kontrol gerak holomonic. Gerak holomonic merupakan
sistem gerak yang serupa dengan gerak ujung pensil atau pulpen ke segala arah
di permukaan kertas sesuai de ngan keinginan (Pitowarno, 2006). Penerapan
sistem gerak holomonic memungkinkan lengan robot dapat menjangkau segala arah
dengan mudah. Lengan robot yang dibuat oleh penulis lebih menitik beratkan pada
jenis kontrol kinematika dengan memanfaatkan program pada mikrokontroler karena
memiliki struktur dinamika yang rumit. Pitowarno (2006) menjelaskan bahwa untuk
robot yang memiliki struktur dinamika yang rumit sering kali model matematika
dinamiknya tidak mungkin dideskripsikan secara rinci dan ideal. Menu rut
Pitowarno (2006) pada kenyataannya dalam aplikasi para enginer lebih suka menghindari analisis dinamik yang rumit dan
lebih memfokuskan kajiannya dalam mempercanggih kontrol kinematik.
Bagian tangan robot dikenal sebagai manipulator tangan, yaitu sistem gerak
yang berfungsi untuk memanipulasi (memegang, mengambil, mengangkat, memindah
atau mengolah) obyek (Pitowarno, 2006). Untuk melakukan pengambilan obyek
lengan robot ini dilengkapi dengan gripper
(pemegang). Gripper jenis capit telah teruji pada robot Lynx5 dalam mencengkram
obyek bulat yang ditampilkan pada Lampiran 1.
2.
Mikrokoprosesor.
Mikroprosesor
merupakan chip dengan fungsi sebagai pemroses data dari
input yang diterima dari sebuah sistem digital (Budiharto, 2005). Winoto
(2008) menjelaskan bahwa mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor dimana di dalamnya sudah
terdapat CPU, ROM, RAM, I/O, Clock
dan peralatan internal lainya yang sudah saling terhubung dan terorganisasi
(teralamati) dengan baik oleh pabrik pembuatnya dan dikemas dalam satu chip
yang siap dipakai.
Winoto (2008) menjelaskan ALU adalah Processor yang bertugas mengeksekusi
(eksekutor) kode program yang ditunjuk oleh program counter. Program counter
(PC) merupakan komponen yang bertugas menu njukkan ke ALU alamat program memori
yang harus diterjemahkan kode programnya dan dieksekusi (Winoto, 2008). Hampir
semua pemrosesan data dilakukan di dalam ALU di dalam CPU.
3. Mikrokontroler ATMEL
ATMEL merupakan pemimpin global dalam desain dan
manufaktur dari mikrokontroler, dan komplementer produk seperti capacitive touch sensing ICS, ASICs,
nonvolatil memori dan komponen frekuensi radio. Ada beberapa vendor yang
membuat mikrokontroler diantaranya Intel, Microchip, Winbond, Atmel, Philips,
Xemics dan lain - lain. Beberapa vendor tersebut, yang paling populer digunakan
adalah mikrokontroler buatan Atmel (RIZKALINDO, 2008).
Penggunaan mikrokontroler jenis ATMEL telah
menyebar luas didunia sebab memiliki keunggulan dari segi kemampua n dan harga.
Mikrokontroler ini memiliki kemampuan yang sama dengan mikrokontroler yang lain
dengan perangkat pendukung yang tidak terlalu banyak, seperti kristal, resistor
dan kapasitor (Budiharto, 2006).
Budiharto (2005) menjelaskan bahwa di dala m
mikrokontroler terdapat bagian-bagian pendukung proses pengolahan data yang
diterima, diantaranya:
1.
CPU (Central Processing Unit )
Tempat
terjadinya proses pengolahan data yang diterima.
2.
RAM (Random Access Memory )
Tempat
menyimpan data sementara sebelum di proses oleh CPU.
3.
EPROM (Eraseable Programmable Read Only Memory )
Tempat
menyimpan program secara permanen yang dapat dirubah.
4.
I/O (Input/Output)
Tempat
berkomunikasinya dengan perangkat keras yang terhubung diluar.
5.
Timer
Tempat
unit pencacahan dan delay un tuk mengatur pewaktuan.
6.
Intrup
Controler
Tempat
mengatur dan menampung permintaan mendadak saat running.
4. Mikrokontroler ATMega8535
Mikrokontroler ATMega 8535 merupakan jenis mikrokontroler AVR produk
Atmel yang memiliki banyak macam dan jenisn ya. Mikrokontroler AVR ( Alf and Vegard’s Risc prosesor ) memiliki arsitektur RISC 8 bit, dimana
semua instruksi dikemas dalam kode 16
-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu)
siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 ya ng membutuhkan 12 siklus clock
(RIZKALINDO, 2008).
Kedua jenis mikrokontroler ini memiliki arsitektur
yang berbeda. Wardhana (2006) menjelaskan bahwa AVR berteknologi RISC ( Reduced Instruction Set Computing), sedangkan seri MCS 51
berteknologi CI SC (Complex Instruction Set
Computing). RIZKALINDO (2008) menjelaskan secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu
keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx. Pada dasarnya
yang membedakan masing - masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya.
Bentuk ATMega8535 ditampilkan pada Lampiran 2.
Menurut Wardhana (2006) keunggulan pemakaian ATMega
8535 disebabkan karena memiliki fasilitasnya yang lengkap. Konfigurasi pin yang
ada pada ATMega 8535 sebagai berik ut:
1. VCC
merupakan pin yang berfungsi sebagai masukan dari catu daya.
2. GND
adalah pin dari ground
3.
Port A (PA0..PA7) adalah pin I/O
dua arah dan sebagai pin masukan ADC.
4.
Port B (PB0..PB7) adalah pin I/O
dua arah dan sebagai pin dengan fungsi khusus yaitu timer/counter, komparator
analog, dan SPI.
5.
Port C (PC0..PC7) adalah pin I/O
dua arah dan pin dengan fungsi khusus berupa TWI, komparator analog, dan Timer Osilator.
6.
Port D (PD0..PD7) adalah pin I/O
dua arah dan pin dengan fungsi khusus berupa komparator analog, interupsi
eksternal, dan komunikasi serial.
7. RESET
merupakan pin yang berguna untuk menset ulang mikrokontroler.
8. XTAL1 dan
XTAL2 merupakan pin masukan clock
eksternal.
9. AVCC
merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.
10. AREF
merupakan pin masukan tegangan refe rensi ADC.
Susunan kaki dan karakteristik ATMega8535 secara lengkap ditampilkan
pada Lampiran 3.
5. Board mikrokontroler ATMega8535
Board yang digunakan penulis adalah jenis DT-AVR Low Cost Micro System keluaran pabrikan Innovative
Electronics ya ng berada di Surabaya, Indonesia. Fitur ADC pada mikrokontroler
ATMega 8535 terdapat pada Port A (PA0 –PA7) (ATMEL, 2003). DT-AVR Low Cost
Micro System juga memiliki ADC hingga 8 channel single -ended A/D converter
dengan resolusi 10 bit (Innovative Electronics, 2007). Bentuk board DT-AVR Low
Cost Micro System didominasi warna merah dengan dimensi panjang 8,6 cm, lebar
7,2 cm dan tinggi 1,8 cm (Innovative Electronics, 2007). Bentuk dan penempatan
pin -pin dari board DT-AVR Low Cost Micro System ditampil kan pada Lampiran 4.
6. ADC
ADC adalah suatu prosedur yang dilakukan dalam
memproses sinyal analog dengan alat digital dimana sinyal analog di konversi
menjadi suatu deret angka yang mempunyai presisi terbatas (Proakis dan
Manolakis, 1997). Pros es inisialisasi ADC meliputi proses penentuan clok,
tegangan referensi, format output data, dan metode pembacaan (Budiharto, 2008).
Proakis dan Manolakis (1995) menyebutkan dalam memandang konversi Analog ke
Digital (A/D) ada 3 proses yang terjadi (Gambar 1), yaitu:
1.
Pencuplikan. Ini merupakan
konversi suatu sinyal waktu kontinu menjadi suatu sinyal waktu diskrit yang
diperoleh dengan mengambil “cuplikan” sinyal waktu-kontinu pada saat waktu
diskrit.
2.
Kuantisasi. Ini adalah konversi
sinyal yang bernilai -kontinu waktu-diskrit menjadi sinyal (digital) bernilai
-diskrit, waktu diskrit.
3.
Pengkodean. Dalam proses
pengkodean setiap nilai diskrit digambarkan dengan barisan bilangan biner
Pencuplikan
|
Pengkuantisa
|
Sinyal waktu
Sinyal analog diskrit Sinyal Pengkode terkuantisasi 
Bit
01011101..
Sinyal digital
Sumber :
Proakis dan Manolakis (1995)
Gambar 1. Bagian dasar konver ter analog ke digital
(Proakis dan Manolakis, 1995)
Input pada mikrokontroler dihubungkan dengan sebuah
8 channel analog multiplexer yang digunakan untuk singgle ended input channels (Budiharto,
2008). Menurut Wardhana (2006) masukan ana log ADC tegangan harus lebih
besar dari 0 Volt dan lebih kecil daripada tegangan referansi yang dipakai.
Pada penelitian ini digunakan tegangan tegangan referensi internal sebesar 2,56
Volt. Tegangan referensi ADC dapat dipilih antara lain pada pin AREF pin AVCC,
atau menggunakan tegangan referensi internal sebesar 2,56 Volt (Budiharto,
2008).
Dalam penelitian ini penulis menggunakan 10 bit ADC
untuk mencacah tegangan sebesar 2,56 Volt. Nilai bit tergantung dengan
kemampuan mikrokontroler yang digunakan. Menurut Wardhana (2006) apabila
menggunakan 10 bit ADC maka rentang output yang dihasilkan adalah dari 0
sampai 1023.
Penggunaan ADC pada lengan robot ditentukan menggunakan
channel mode single conversion melalui
program yang ada pada mikro kontroler. Mode
Single conversion adalah mode yang biasa digunakan apabila ingin
menggunakan banyak kanal (Wardhana,
2006). Mode single conversion sama
dengan penghubungan input ADC dengan dua buah input ADC. Menurut Budiharto
(2008) jika menggunakan differensial
channel hasil dari nilai 41 menjadi 40,96 yang apabila digenapkan bisa
berkisar 39, 40, 41 karena ketelitian ATMega8535 sebesar +/- 2 LSB (Least Significant Bit ).
7. PWM (Pulse
Width Modulation )
Pulse
Width Modulation adalah suatu tehnik manipulasi
dalam mengemudikan motor (alat
perangkat elektronik berarus besar lainnya) yang menggunakan prisip cut-off dan saturasi (Pitowarno, 2006). Winoto (2008) menjelaskan bahwa PWM sendiri
adalah bentuk gelombang digital
(pulsa) yang bisa kita atur duty cycle-nya.
Pulse With Modulation atau PWM adalah
metode canggih untuk mengatur kecepatan motor dan menghindarkan rangkaian
mengkonsumsi daya yang berlebih (Budiharto, 2006). Dengan pengaturan konsumsi
daya akan membuat alat elektronik yang dibuat lebih efisien dan hemat energi
dalam bekerja.
Saklar pada rangkaian PWM bukanlah saklar mekanik,
tetapi biasanya berupa komponen MOSFET atau Power Transistor karena Rangkaian
chopping pada PWM tidak dimungkinkan memakai relay yang memiliki reaksi y ang
kurang cepat (Duclin, 2008). Duty Cycle adalah perbandingan antara lama waktu
pada
saat kondisi on/ high (logika 1) dan lama periode satu gelombang pulsa
(Winoto, 2008). Perbandingan dari perioda ON dan perioda T disebut dengan duty
cycle (Duclin, 2008). Secara umum duty cycle merupakan lebar pulsa PWM. Gambar
perbandingan perioda duty cycle dapat dilihat pada Lampiran 5. Dengan prinsip
ini maka akan mudah mengatur lebar pulsa untuk mendapatkan kecepatan motor DC
yang diinginkan. PWM bekerja denga n pembuatan gelombang kotak (persegi) yang
merupakan variabel antara perbandingan on -off, dimana rata-rata lamanya waktu
berkisar antara 0 sampai 100 persen (Cook, 1999).
8. Motor servo lengan robot ( robotic arm)
Motor
servo merupakan sebuah motor DC kecil yang diberi sistem gear dan potensiometer
sehingga dia dapat menempatkan “horn” servo pada
posisi yang dikehendaki (Malik, 2007). Motor servo
ini jelas menggunakan
sistim “close loop” sehingga posisi “horn” yang dikehendaki bisa
dipertahanka n. Menurut Budiharto (2006) motor servo adalah motor DC kualitas
tinggi yang memenuhi syarat untuk digunakan pada aplikasi servo seperti close control loop, yaitu harus dapat
menangani perubahan yang cepat pada posisi, kecepatan, dan percepatan.
Secara
umum terdapat 2 jenis motor servo, yaitu motor servo standard dan
motor
servo continous. Motor servo standard dapat berputar hingga
180 0
sedangkan motor servo continous dapat berputar hingga 360 0 (Budiharto, 2006). Jika
dibandingkan dengan motor DC dan motor stepper motor servo memiliki kecepatan
putar yang rendah tapi memiliki kekuatan yang besar. Bentuk dari motor servo
dapat dilihat pada Lampiran 6.
Dalam motor servo sistem kontrol untuk motor relatif
sedikit (diperlukan hanya 1 jalur data saja), hal ini tentu berbeda misalnya
jika menggunakan motor stepper yang memerlukan jalur kontrol lebih dari 1 jalur
(Malik, 2007). Untuk dapat
membelokkan motor servo kekanan atau kekiri maka harus diberikan lebar pulsa
kepada motor servo secara berula ng-ulang. Ilustrasi pemberian lebar pulsa pada
motor servo dapat dilihat pada Lampiran 7.
9. Bahasa program lengan robot ( robotic arm)
Program yang kita buat harus disesuaikan dengan
mikrokontroler yang kita pakai atau sesuai dengan fasilitas y ang diberikan
mikrokontroler. Wahyudi (2007) menuliskan beberapa dasar dari BASCOM 8051
diantaranya adalah karakter dalam BASCOM, tipe data, variable, alias,
konstanta, array, operasi - operasi dalam BASCOM dan kontrol program.
10. Program lengan robot (robotic arm)
Pemrograman lengan robot menggunakan software BASCOM-AVR dengan bahasa
tingkat tinggi BASIC. Wahyudi (2007) menjelaskan penggunaan bahasa tingkat
tinggi BASIC lebih mudah dimengerti dan dipahami dibandingkan bahasa tingkat
tinggi lainnya. Bahasa BASIC merupakan jalan keluar dari sulitnya memahami
bahasa tingkat rendah assembly.
Alberts (2008) menjelaskan bahwa BASCOM AVR
merupakan hasil dari pengembangan lebih lanjut dari kompiler BASCOM 8051 dengan
kelebihan dapat mendukung penggunaan mikrokontroler jenis AVR yang dikeluarkan
ATMEL.
11.
Perangkat penginderaan (sensor)
Dalam instrument ini digunakan beberapa alat
elektronika yang berfungsi sebagai sensor pada persendian tangan manusia, yaitu
potensio meter. Menurut Pitowarno (2006) potensio meter adalah sensor analog
yang paling sederhana namun sangat berguna untuk mendeteksi posisi putaran,
misalnya kedudukan sudut poros aktuator berdasarkan nilai resistansi pada
putaran porosnya. Bentuk perangkat sensor lengan robot dapat dilihat pada
Gambar 2.

Sumber :
Pitowarno (2006)
Gambar 2.
Potensio meter sebagai sensor posisi
Potensio meter poros merupakan hambatan variable
yang dapat dirubah nilai hambatannya dengan cara memutar batang porosnya.
Perputaran ini akan menggeser kedudukan hambatannya sehingga hambatan yang
terbaca berbeda - beda. Potensio meter memiliki 3 kaki dan sebuah pemutar yang
berguna untuk
merubah hambatan yang ada didalamnya. Bentuk dan bagian potensio met er
poros dapat dilihat pada Gambar 3.

Sumber :
Etisystems (2009)
Gambar 3.
Penampang potensio meter bagian dalam
12. Sejarah perkembangan lengan robot (robotic arm)
Pengembangan robot di dunia ternyata telah ada pada
jaman Le onardo da Vinci, hingga saat ini dengan robot yang paling maju bernama
ASIMO buatan perusahaan raksasa mobil Honda negara Jepang. Ilustrasi
perkembangan lengan robot ditampilkan pada Lampiran 8.
Secara singkat perkembangan teknologi lengan robot
di dunia dapat dilihat pada Tabel 1 (Jaeger, 2007):
Tabel
1. Perkembangan lengan robot di dunia.
Tahun
|
Penemu
|
Karya
yang dibuat
|
|
250
|
Ctesibius
|
Membangun bagian tubuh
dan jam air dengan
|
|
S.M
|
Alexandria
|
menggunakan papan yang dapat bergerak
|
|
Leonardo da
|
Merancang gambar robot
manusia yang pertama kali yang
|
||
1495
|
mampu duduk, memutar
tangan, dan menggerakkan
|
||
Vinci
|
|||
kepala dengan leluasa
|
|||
1564
|
Pare Ambroise
|
Rancangan tangan robot
mekanik dengan otot -otot mesin
|
|
yang menggerakkan tangan
|
|||
1865
|
John Brainerd
|
Membuat manusia mesin uap
yang digunakan untuk
|
|
mendorong benda apapun
|
|||
1885
|
Frank Reade
|
Membuat manusia listrik yang merupakan
pengembangan
|
|
Jr
|
dari manusia mesin uap yang telah dibuat
sebelumnya
|
||
Membuat robot bernama
ELEKTRO, ini merupakan ro bot
|
|||
1937/38
|
Westinghouse
|
dengan bentuk menyerupai
manusia yang dapat berbicara,
|
|
berjalan dan merokok
|
|||
Willard Pollard
|
Merancang lengan mekanik untuk menyemprot cat
secara
|
||
1942
|
dan Harold
|
||
terprogram
|
|||
Roselund
|
|||
1951
|
Raymond
|
Merancang lengan robot
yang dapat dikendalikan me lalui
|
|
Goertz
|
transmisi radio
|
||
Perusahaan
|
Mengembangkan dan memakai teknologi lengan
robot
|
||
1961
|
General
|
||
bernama UNIMATE
|
|||
Motors
|
|||
Rumah sakit
|
Pembuatan lengan robot
dengan nama Rancho Arm
|
||
1963
|
Rancho Los
|
dimana untuk pertama
kalinya Robotic Arm dapat
|
|
Amigos
|
dikendalikan melalui komputer
|
||
Victor
|
|||
1965
|
Scheinman
|
Membuat lengan robot yang
menggunakan penggerak
|
|
dan Larry
|
udara dinamakan Orm
|
||
Leifer
|
|||
1968
|
Marvin Minsky
|
Membuat lengan robot tentakel
yang memiliki kemampuan
|
|
untuk dapat mengangkat manusia
|
|||
Victor
|
Lengan robot Stanford
yang sepenuhnya bergerak
|
||
1969
|
menggunakan listrik dan
dapat dikendalikan melalui
|
||
Scheinman
|
|||
computer
|
|||
Lengan robot Silver,
robot ini dibuat dengan komponen
|
|||
1974
|
David Silver
|
terkecil dan dilengkapi
dengan sensor tekanan yang
|
|
mampu merasakan sentuhan
|
|||
1975
|
Victor
|
Membangun Programmable Universal Manipulation
untuk
|
|
Scheinman
|
lengan robot yang dapat digunakan pada
industri robot
|
||
1996
|
Perusahaan
|
Robot manusia bernama P2
yang sudah memiliki kaki dan
|
|
mobil Honda
|
lengan yang dapat bergerak dengan baik
|
||
Perusahaan
|
Robot manusia P3 yang
merupakan pengembangan kedua
|
||
1997
|
untuk mencapai tujuan
pembuatan robot ASIMO yang
|
||
mobil Honda
|
|||
pintar
|
|||
1997
|
Ilmuan dari
|
SARCOS dengan pengendali robot secara manual
|
|
Salt Lake City
|
|||
Tim film The
|
Pembuatan kerangka
pengandali (Telemetri Suit) robot
|
||
1997
|
dimana kerangka ini
menyerupai pergerakan lengan
|
||
Lost World
|
|||
manusia
|
|||
1998
|
Kedokteran
|
Membangun lengan robot
bionik yang disebut dengan
|
|
amerika
|
Edinburg
Modular Arm System (EMAS)
|
||
MD Robotics
|
Membangun lengan robot
tercanggih untuk membantu
|
||
2001
|
pekerjaan menyiapkan
stasiun ruang angkasa dengan
|
||
of Canada
|
|||
nama Space
Station Remote Manipulator System (SSRMS)
|
|||
2003
|
Steven Ashley
|
Artificial Muscle dibuat
dari bahan polymer khusus yang
|
|
dapat berubah bentuk apabila dialiri listrik
melal ui bahan ini
|
|||
Robot
lengan dengan otot tiruan ( Artificial
Muscle) generasi
|
|||
2007
|
Steven Ashley
|
terbaru dengan penggerak
serat polymer yang bentuknya
|
|
telah mirip dengan anatomi tangan manusia
|
Komentar
Posting Komentar